DEN HAAG | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.
Ratko Mladic, mantan komandan militer Serbia-Bosnia yang dinyatakan bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang dalam konflik Bosnia, meninggal dunia pada usia 84 tahun di Unit Penahanan PBB di Den Haag, Belanda, Kamis (27/8/2026).
Mladic menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas perannya dalam berbagai kejahatan selama Perang Bosnia, termasuk genosida Srebrenica dan pengepungan Sarajevo. Kabar kematiannya dikonfirmasi oleh lembaga penyiaran publik Serbia, RTS.
Jejak kejahatan perang di Bosnia
Ratko Mladic menjabat sebagai komandan Angkatan Darat Republika Srpska pada 1992–1995. Pasukannya terlibat dalam berbagai operasi militer selama perang Bosnia.
Namanya paling kuat dikaitkan dengan pembantaian Srebrenica pada Juli 1995, ketika lebih dari 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh. Pasukannya juga terlibat dalam pengepungan Sarajevo yang berlangsung selama perang dan menewaskan ribuan warga sipil.
Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) kemudian menyatakan Mladic bertanggung jawab atas perannya dalam genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, serta pelanggaran hukum dan kebiasaan perang.
Divonis penjara seumur hidup
Mladic pertama kali dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2017. Setelah proses banding, putusan tersebut menjadi berkekuatan hukum tetap pada Juni 2022.
Ia dinyatakan bersalah karena memberikan kontribusi signifikan terhadap pelaksanaan genosida Srebrenica dan berbagai kejahatan perang lainnya di Bosnia dan Herzegovina.
Mladic ditangkap pada 26 Mei 2011 di Lazarevo, Serbia, setelah sekitar 15 tahun menjadi buronan. Setelah itu ia diekstradisi ke Den Haag untuk menjalani proses hukum.
Meninggal setelah kondisi kesehatan memburuk
RTS melaporkan Mladic meninggal di unit penahanan di Den Haag setelah kondisi kesehatannya memburuk. Ia dilaporkan mengalami beberapa kali stroke dan sebelumnya keluarganya meminta agar ia diperbolehkan menjalani perawatan di Serbia.
Selama berada dalam tahanan, Mladic tetap menjalani hukuman seumur hidup yang dijatuhkan oleh pengadilan internasional.
Akhir kehidupan seorang terpidana genosida
Kematian Mladic mengakhiri kehidupan salah satu tokoh militer yang paling kontroversial dalam sejarah konflik Balkan.
Namun, meninggalnya seorang terpidana tidak menghapus catatan sejarah maupun penderitaan para korban. Tragedi Srebrenica dan pengepungan Sarajevo tetap menjadi bagian dari sejarah kelam Eropa pasca-Perang Dunia II dan menjadi pengingat mengenai dampak ekstrem dari konflik berbasis etnis dan politik.
Perspektif UBN Newsroom
Kebenaran Tidak Boleh Hilang
Kematian Ratko Mladic menjadi pengingat bahwa usia dan berakhirnya kehidupan seorang pelaku tidak boleh menghapus ingatan terhadap para korban.
Jurnalisme memiliki tanggung jawab untuk terus merekam fakta sejarah, menyebut kejahatan berdasarkan putusan hukum, serta memastikan penderitaan korban tidak tenggelam oleh perubahan zaman.
Kebenaran tidak boleh kalah oleh propaganda, penyangkalan, ataupun upaya menghapus ingatan terhadap sebuah tragedi.
Berdiri di Atas Kebenaran dan Keadilan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.”
QS. An-Nisa [4]: 135»
Ayat tersebut mengajarkan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa melihat siapa pelakunya. Dalam pemberitaan tentang konflik dan kejahatan kemanusiaan, prinsip tersebut menjadi dasar untuk berdiri bersama fakta dan kebenaran.
Sejarah harus dicatat dengan jujur agar generasi berikutnya memahami bahwa kejahatan terhadap manusia tidak boleh dinormalisasi ataupun dilupakan.
Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus menghadirkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, kebijakan publik, dan peradaban.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.
Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment