JAKARTA | UBN Newsroom — Jumat, 15 Rabiul Awal 1448 H / 28 Agustus 2026 M.
Dua ulama Al-Qur’an asal Mesir, Syaikh Ahmad Isa Al-Masarawi dan Syaikh Hisyam Abdul Bari, tiba di Jakarta untuk menghadiri rangkaian Daurah Qira’at Internasional 1448 H/2026 M yang digelar pada 29–30 Agustus 2026.
Kedua ulama tersebut disambut langsung oleh K.H. Dr.(H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M. di Masjid Baitul Maqdis Indonesia–AQL Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Penyambutan ini sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi para ulama Al-Qur’an menjelang pelaksanaan rangkaian Daurah Qira’at Internasional di Jakarta.
Syaikh Ahmad Isa Al-Masarawi Imam Shalat Jumat
Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Ahmad Isa Al-Masarawi dipercaya menjadi imam Shalat Jumat di Masjid Baitul Maqdis Indonesia, sementara khutbah Jumat disampaikan oleh K.H. Dr.(H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M.
Kehadiran kedua ulama tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an dan qira’at di Indonesia. Pertemuan itu sekaligus mencerminkan eratnya hubungan keilmuan antara Indonesia dan Mesir, yang selama berabad-abad dikenal sebagai salah satu pusat utama studi Al-Qur’an, qira’at, dan ulumul Qur’an.
Syaikh Ahmad Isa Al-Masarawi merupakan salah satu ulama Al-Qur’an yang hadir di Indonesia untuk mengikuti rangkaian Daurah Qira’at Internasional 1448 H/2026 M di Universitas YARSI, Jakarta.
Dua Agenda Utama Daurah Qira’at Internasional
Kegiatan tersebut dirancang dalam dua agenda utama. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, peserta akan mengikuti daurah dan kajian mendalam kitab Tuhfatul Athfal, salah satu matan yang banyak digunakan dalam pembelajaran dasar ilmu tajwid.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Minggu, 30 Agustus 2026, melalui Seminar Internasional bertajuk “Rahasia Ilahiyyah di Balik Keragaman Qira’at Al-Qur’an.”
Seminar tersebut akan membahas dimensi keilmuan dan hikmah di balik keragaman qira’at Al-Qur’an, sekaligus membuka ruang dialog mengenai kekayaan tradisi periwayatan bacaan Al-Qur’an yang diwariskan melalui sanad keilmuan dari generasi ke generasi.
Memperkuat Tradisi Keilmuan Al-Qur’an
Kehadiran Syaikh Ahmad Isa Al-Masarawi dan Syaikh Hisyam Abdul Bari di Jakarta diharapkan dapat memperkuat pertukaran keilmuan antara ulama qira’at dari Timur Tengah dengan para pengajar Al-Qur’an, akademisi, qari dan qariah, mahasiswa, santri, serta masyarakat pecinta Al-Qur’an di Indonesia.
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap khazanah keilmuan Al-Qur’an yang memiliki tradisi sanad dan transmisi keilmuan yang panjang.
Daurah Qira’at Internasional di Universitas YARSI menjadi bagian dari ikhtiar mempertemukan tradisi keilmuan Al-Qur’an dengan ruang pendidikan dan akademik modern. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan keilmuan Al-Qur’an di kawasan Asia Tenggara.
Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Tradisi Ilmu Al-Qur’an
Kehadiran para ulama Al-Qur’an dari berbagai negeri merupakan bagian dari perjalanan panjang transmisi ilmu yang menjaga bacaan, pemahaman, dan pengajaran Al-Qur’an dari generasi ke generasi.
Tradisi keilmuan Islam tidak hanya bertumpu pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses belajar kepada guru yang memiliki otoritas keilmuan. Dalam konteks qira’at, sanad menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesinambungan transmisi bacaan Al-Qur’an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. Yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.”
(QS. Asy-Syu’ara [26]: 192–195)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ melalui Jibril. Karena itu, menjaga bacaan dan pengajaran Al-Qur’an merupakan bagian dari amanah keilmuan yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam.
Daurah Qira’at Internasional dapat menjadi ruang untuk mempertemukan generasi pembelajar Al-Qur’an dengan para ulama yang memiliki tradisi keilmuan dan sanad. Lebih dari sekadar forum akademik, pertemuan semacam ini dapat menjadi sarana menjaga kesinambungan ilmu, memperkuat adab belajar, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ikhtiar memperkuat tradisi qira’at di Indonesia juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi memahami bahwa ilmu Al-Qur’an memiliki sejarah transmisi yang panjang dan harus dijaga dengan amanah.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment