NEW YORK | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.
Pesawat listrik Heart X1 mencatat tonggak baru dalam penerbangan dunia setelah sukses melakukan penerbangan perdana selama 27 menit di New York, Amerika Serikat. Menariknya, seluruh rangkaian penerbangan tersebut—mulai dari taxi, lepas landas, menanjak, bermanuver hingga mendarat—hanya menghabiskan energi listrik kurang dari US$5 atau sekitar Rp88 ribu.
Penerbangan Perdana Heart X1
Heart X1 merupakan pesawat milik startup asal Swedia, Heart Aerospace. Pesawat tersebut lepas landas dari Plattsburgh International Airport, New York, pada 12 Agustus 2026 saat matahari terbit.
Dalam penerbangan uji coba tersebut, X1 terbang selama 27 menit dan mencapai ketinggian sekitar 1.100 kaki atau 335 meter di atas permukaan tanah sebelum kembali menuju landasan.
Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, mengatakan seluruh penerbangan X1 digerakkan oleh baterai.
“Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik pada skala pesawat komersial,” ujar Forslund dalam keterangannya, dikutip dari IFLScience, Sabtu (22/8/2026).

Konsumsi Energi Hanya Sekitar Rp88 Ribu
Seluruh rangkaian penerbangan menggunakan sistem propulsi listrik dengan daya lebih dari 1 megawatt. Sistem tersebut digunakan sejak pesawat melakukan taxi, lepas landas, menanjak, bermanuver hingga mendarat.
Menariknya, energi yang digunakan selama penerbangan perdana tersebut bernilai kurang dari US$5 atau sekitar Rp88 ribu.
Angka tersebut menjadi salah satu catatan penting dari penerbangan X1 karena menunjukkan potensi penggunaan sistem propulsi listrik pada pesawat berukuran besar.
Pesawat Listrik Terbesar yang Pernah Mengudara
Heart X1 memiliki bentang sayap 106 kaki atau sekitar 32 meter dengan bobot lepas landas lebih dari 11 ton.
Dengan ukuran tersebut, X1 tercatat sebagai pesawat bertenaga baterai-listrik terbesar yang pernah mengudara. Penerbangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Heart Aerospace mengembangkan teknologi penerbangan listrik pada skala yang lebih besar.
Namun, X1 masih berstatus sebagai pesawat eksperimental. Penerbangannya dilakukan berdasarkan sertifikat kelaikudaraan khusus dari Federal Aviation Administration (FAA).
Belum Digunakan untuk Penerbangan Komersial
Keberhasilan penerbangan perdana tersebut belum berarti Heart X1 siap digunakan dalam penerbangan komersial. Pesawat masih harus menjalani berbagai tahap pengujian untuk memastikan aspek keselamatan, kinerja sistem propulsi, kemampuan baterai, serta kesiapan operasionalnya.
Meski demikian, keberhasilan X1 menunjukkan perkembangan teknologi penerbangan listrik yang mulai memasuki skala pesawat lebih besar.
Jika teknologi tersebut terus berkembang, sistem propulsi listrik berpotensi membantu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan biaya energi dalam industri penerbangan.
Perspektif UBN Newsroom
Teknologi dan Amanah Memakmurkan Bumi
Perkembangan pesawat listrik menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diarahkan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan manusia. Dalam Islam, kemampuan manusia mengembangkan teknologi merupakan amanah yang perlu digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kerusakan.
Allah SWT berfirman:
هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا ۖ فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ
Artinya:
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat dan memperkenankan (doa).”
(QS. Hud [11]: 61)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Karena itu, inovasi teknologi semestinya tidak hanya mengejar kecepatan dan efisiensi, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kemanfaatan, serta keberlanjutan.
Pesawat listrik seperti Heart X1 masih berada dalam tahap eksperimen dan pengujian. Karena itu, potensi manfaatnya bagi lingkungan dan industri penerbangan tetap perlu dibuktikan melalui pengujian yang menyeluruh, terutama terkait keselamatan, kapasitas baterai, efisiensi energi, serta kesiapan infrastruktur.
Kemajuan teknologi pada akhirnya bukan sekadar tentang kemampuan manusia menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan dan menjalankan amanah dalam menjaga bumi.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment