SIDOARJO | UBN Newsroom — Rabu, 20 Rabiul Awal 1448 H / 2 September 2026 M.
Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Gejala yang dialami antara lain pusing, mual, muntah, diare, lemas, hingga sesak napas. Para santri kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Abdul Wahid Harun, mengatakan sekitar 1.000 santri mengonsumsi MBG pada hari kejadian. Dari jumlah tersebut, 431 santri kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
Salah seorang santriwati berinisial SZ (15) mengaku menyantap nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Ia mengatakan sayuran dalam menu tersebut terasa asam dan tidak dihabiskan.
Menjelang sore, SZ mulai mengalami mual, lemas, dan pusing. Keluhan serupa kemudian dialami banyak santri lainnya.

Tidak Ada Korban Meninggal
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri yang menjalani perawatan mendapatkan penanganan medis dengan baik. Ia juga membantah kabar yang menyebut terdapat santri meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
“Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” kata Subandi.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, juga menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegas Emil.
19 Lembaga Pendidikan Ikut Terdampak
Emil mengungkapkan keluhan kesehatan serupa tidak hanya terjadi di Ponpes Manbaul Hikam. Terdapat 19 lembaga pendidikan di Kecamatan Tanggulangin yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah dan dilaporkan mengalami keluhan.
Lembaga tersebut mencakup pesantren, SMA, SMP, SD, hingga TK. Kesamaan sumber makanan tersebut menjadi salah satu hal yang tengah ditelusuri oleh pihak terkait.
SPPG Kalitengah Disuspend Sementara
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan SPPG Kalitengah Tanggulangin telah dihentikan sementara setelah kejadian dilaporkan.
SPPG tersebut diketahui memasok sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari untuk sekolah dan pesantren, termasuk sekitar 1.000 porsi bagi santri Manbaul Hikam.
Sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Keputusan mengenai keberlanjutan operasional SPPG akan menunggu hasil evaluasi dan uji laboratorium.
Sertifikat Higiene Tidak Menghapus Kewajiban Pengawasan
Emil menyebut SPPG Kalitengah sebelumnya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sarana dan prasarana dapur dinilai memenuhi persyaratan, sementara sejumlah tenaga penjamah makanan juga telah mengikuti sertifikasi.
Namun, sertifikasi tersebut tidak menjadi jaminan mutlak bahwa persoalan keamanan pangan tidak akan terjadi. Pemerintah masih perlu menelusuri kualitas bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga ketepatan pelaksanaan sesuai standar operasional prosedur.
Penanganan dan Evaluasi Terus Berjalan
Pihak pesantren menyatakan terus mendampingi para santri dan wali santri selama proses perawatan. Pengurus juga mendirikan posko untuk memantau kondisi santri di rumah sakit maupun yang masih berada di pesantren.
Sementara itu, pemerintah dan BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan. Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Perspektif UBN Newsroom | Amanah di Balik Setiap Hidangan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi. Namun, setiap makanan yang diberikan kepada masyarakat, terlebih kepada anak-anak dan santri, membawa amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. An-Nisa [4]: 58)
Amanah dalam penyediaan makanan tidak berhenti pada memastikan makanan sampai kepada penerima. Amanah juga berarti memastikan bahan yang digunakan layak, proses pengolahan dilakukan secara higienis, makanan disimpan dan didistribusikan dengan benar, serta setiap potensi risiko terhadap kesehatan dicegah sedini mungkin.
Karena itu, kejadian di Sidoarjo perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Penelusuran harus dilakukan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, sementara setiap pihak perlu mengambil bagian dalam memperbaiki sistem agar keamanan pangan benar-benar menjadi prioritas.
Menjaga kesehatan penerima manfaat merupakan bagian dari menjaga amanah. Terlebih ketika program tersebut menyasar anak-anak dan santri yang merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.
Memberikan makanan bergizi bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan. Di dalamnya ada amanah untuk memastikan makanan tersebut aman, layak, dan tidak membahayakan mereka yang menerimanya.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment