MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Selasa, 26 Rabiul Awal 1448 H / 8 September 2026 M.
Warga Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih membutuhkan dukungan bantuan pascabencana. Kampung tersebut dihuni sekitar 500 jiwa.
Informasi itu disampaikan saat tim kemanusiaan menyambangi warga Kampung Lengko Lolok. Sebelumnya, tim juga menyambangi Posko AQL Humanity di Reog, Kecamatan Reog, Kabupaten Manggarai, untuk berkoordinasi terkait penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Koordinator AQL Humanity, Ustaz Firman Fabi, mengatakan masyarakat Kampung Lengko Lolok diketahui baru dua kali menerima bantuan.
“Katanya baru dua kali dapat bantuan,” ujar Ustaz Firman berdasarkan informasi yang diterima dari warga di lokasi, Senin (7/9/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, AQL Humanity kemudian menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Sebanyak 20 paket sembako diserahkan kepada warga.
Paket tersebut berisi sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya beras, minyak goreng, dan bihun. Bantuan diserahkan secara langsung kepada perwakilan masyarakat Kampung Lengko Lolok.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.
Ustaz Firman menegaskan, bantuan bagi masyarakat terdampak perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang masih terbatas mendapatkan dukungan.
Kehadiran AQL Humanity diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan warga di pelosok tetap mendapatkan perhatian dalam masa pemulihan.
KH. Bachtiar Nasir Bertolak untuk Perjalanan Kemanusiaan ke NTT
Ketua Umum AQL Humanity, KH. Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tim akan melanjutkan perjalanan kemanusiaan menuju Nusa Tenggara Timur.
Dalam perjalanan tersebut, KH. Bachtiar Nasir sebelumnya berada di kawasan Pelabuhan Udara Banjarmasin untuk melepas rombongan yang telah dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Ia menyampaikan bahwa kondisi bandara pada pagi hari telah kembali normal.
“Alhamdulillah pagi ini bandara sudah normal, yang umrah pun sudah berangkat,” ujarnya.
Setelah itu, KH. Bachtiar Nasir bersama tim dijadwalkan melanjutkan perjalanan kemanusiaan menuju NTT melalui sejumlah titik perjalanan sebelum menuju Labuan Bajo, Ruteng, dan Reog.
Perjalanan tersebut dilakukan di tengah kondisi wilayah yang masih membutuhkan perhatian pascabencana. KH. Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa tekad tim untuk menjangkau masyarakat terdampak tetap kuat demi menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang membutuhkan.
Tiga Masjid Darurat hingga Seribu Paket Sembako
Dalam perjalanan kemanusiaan ke NTT, AQL Humanity membawa sejumlah program bantuan bagi masyarakat terdampak. Program tersebut di antaranya peresmian kembali tiga masjid darurat, pembangunan hunian sementara, serta penyaluran bantuan kebutuhan pokok.
Selain itu, tim juga menyiapkan pembagian sebanyak 1.000 paket sembako serta program penyediaan air melalui sumur dari bawah tanah dan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan lainnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya AQL Humanity untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Semoga Allah mudahkan,” harap KH. Bachtiar Nasir terkait perjalanan kemanusiaan bersama tim menuju wilayah terdampak di NTT.
Perspektif UBN Newsroom | Ta’awun dalam Menjangkau Mereka yang Membutuhkan
Bencana tidak hanya menguji masyarakat yang terdampak, tetapi juga menguji kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Ketika masih ada warga di pelosok yang baru menerima bantuan dalam jumlah terbatas, upaya menjangkau mereka menjadi bagian penting dari ikhtiar kemanusiaan.
Dalam Islam, semangat saling membantu dikenal dengan istilah ta’awun, yaitu sikap saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan serta kemaslahatan. Ta’awun bukan hanya tentang memberikan bantuan ketika musibah terjadi, tetapi juga memastikan bahwa kepedulian terus hadir hingga masyarakat mampu melalui masa pemulihan.
Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2)
Penyaluran bantuan kepada warga Kampung Lengko Lolok menjadi bagian dari semangat ta’awun dalam meringankan beban sesama. Kepedulian kemanusiaan perlu terus diperkuat agar bantuan tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga hadir bagi masyarakat di pelosok yang masih membutuhkan perhatian.
Perjalanan kemanusiaan AQL Humanity yang menjangkau berbagai titik di NTT juga menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama antara masyarakat, lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan seluruh pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu.
Dengan semangat saling menolong, setiap bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menguatkan harapan masyarakat untuk bangkit kembali.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment