MAUMERE, NTT | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.
AQL Humanity terus memperluas penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para penyintas gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Rabu (26/8/2026), bantuan berupa paket sembako disalurkan kepada warga terdampak di Waypare, Maumere.
Puluhan paket sembako diberikan kepada para penyintas yang masih membutuhkan dukungan pangan setelah bencana gempa yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan Berlanjut ke Nagekeo
Bantuan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Nagekeo yang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa. Di daerah tersebut, AQL Humanity menyalurkan sebanyak 200 paket makanan siap santap kepada para penyintas.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

Bangun Masjid Sementara di Tiga Titik
Selain bantuan pangan, AQL Humanity juga membantu pembangunan masjid sementara di tiga titik di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.
Masjid sementara tersebut difungsikan untuk memfasilitasi para penyintas dalam melaksanakan shalat lima waktu setelah fasilitas ibadah mereka terdampak gempa.
AQL Humanity Siapkan Program Pemulihan
Koordinator AQL Humanity, Firman Fabi, mengatakan aksi kemanusiaan akan terus dilakukan hingga memasuki masa pemulihan atau recovery.
«“Kami akan terus menggelar aksi sosial hingga masa recovery. Kami sudah berpikir untuk program hunian sementara atau huntara,” kata Firman.»
Menurut dia, kebutuhan para penyintas tidak hanya berhenti pada bantuan darurat. Setelah fase tanggap darurat berlalu, masyarakat terdampak membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih layak, termasuk tempat tinggal sementara.
AQL Humanity akan memantau kebutuhan di sejumlah wilayah terdampak untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan yang diperlukan selama masa pemulihan.

Perspektif UBN Newsroom
Kemanusiaan sebagai Amanah
Bencana mengajarkan bahwa kepedulian kepada sesama tidak boleh berhenti pada simpati, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Bantuan pangan, penyediaan tempat ibadah sementara, hingga rencana hunian sementara merupakan bentuk ikhtiar untuk membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana.
Islam memerintahkan umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.”
QS. Al-Ma’idah [5]: 2
Ayat tersebut menjadi prinsip bahwa membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari amal kebajikan. Dalam konteks kebencanaan, kepedulian perlu diwujudkan secara terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan para penyintas.
Bantuan darurat menjadi langkah awal, sementara masa pemulihan membutuhkan perhatian yang lebih panjang. Karena itu, dukungan terhadap kebutuhan pangan, tempat tinggal, fasilitas ibadah, dan pemulihan kehidupan masyarakat perlu terus dikawal hingga para penyintas mampu kembali menjalani kehidupan secara layak.
Pengabdian kemanusiaan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi tentang bagaimana bantuan tersebut benar-benar menghadirkan manfaat dan meringankan beban mereka yang sedang menghadapi ujian.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment