SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Gempa Susulan M 5,6, Warga Reo Berhamburan ke Luar Rumah

Gempa Susulan M 5,6, Warga Reo Berhamburan ke Luar Rumah

MANGGARAI, NTT | UBN Newsroom — Kamis, 7 Rabiul Awal 1448 H / 20 Agustus 2026 M.
Gempa susulan bermagnitudo (M) 5,6 kembali mengguncang wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi

. Guncangan tersebut membuat warga berhamburan ke ruang terbuka dan memilih tidak masuk ke dalam bangunan karena khawatir terjadi guncangan berikutnya.


Pantauan UBN Newsroom di lokasi menunjukkan warga masih meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga terlihat keluar menuju pinggir jalan, pelataran bangunan, hingga halaman masjid setelah merasakan guncangan.

Gempa Susulan M 5,6, Warga Reo Berhamburan ke Luar Rumah

Warga Bertahan di Ruang Terbuka

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Sejumlah tenda darurat berukuran besar telah didirikan di area terbuka untuk menampung warga yang memilih mengungsi sementara.
“Ini warganya sudah pada keluar semua,” ujar salah seorang warga di lokasi.


Kewaspadaan warga meningkat karena sejumlah bangunan sebelumnya mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa. Salah satu rumah warga yang berkonstruksi batu bata terlihat mengalami kerusakan parah, dengan dinding retak dan bagian atap ambruk.

Kondisi tersebut membuat warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, khususnya bangunan dengan dinding retak atau struktur yang terlihat miring.

Episenter Gempa Berada di Timur Laut Ruteng

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa M 5,6 yang mengguncang pada Kamis pagi berada sekitar 37 kilometer arah timur laut Ruteng.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina


Rangkaian guncangan tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak tetap berada dalam kondisi siaga dan memilih berkumpul di ruang terbuka sebagai langkah antisipasi.

AQL Humanity Bersiap Bantu Warga

Merespons rentetan gempa tersebut, tim relawan kemanusiaan AQL Humanity melalui kampanye “Pulihkan Flores” telah berada di lapangan.


Tim bersiaga membantu mobilitas serta memenuhi kebutuhan warga yang berada di sejumlah tenda darurat.


Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi pascagempa, terutama warga yang sementara waktu belum dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang rusak.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Warga Diminta Hindari Bangunan Rusak

Sementara itu, BPBD dan otoritas setempat terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta tidak memasuki rumah yang mengalami kerusakan, terutama bangunan dengan dinding retak, miring, atau bagian struktur yang terlihat tidak aman.


Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan aktivitas gempa serta potensi guncangan susulan.

Perspektif UBN Newsroom

Solidaritas di Tengah Bencana

Rangkaian gempa mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap fase penanganan bencana. Kewaspadaan warga untuk menjauh dari bangunan yang rusak merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko korban akibat guncangan susulan.


Di sisi lain, kondisi darurat membutuhkan respons cepat dari pemerintah, relawan, dan masyarakat. Bantuan bukan hanya berupa kebutuhan logistik, tetapi juga memastikan warga mendapatkan tempat yang aman, informasi yang benar, serta pendampingan selama masa pemulihan.


Dalam situasi seperti ini, solidaritas kemanusiaan perlu terus diperkuat. Bencana tidak mengenal perbedaan latar belakang, sehingga kepedulian terhadap warga terdampak merupakan tanggung jawab bersama.

Islam juga mengajarkan pentingnya saling menolong dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ


“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Dalam konteks bencana Flores, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian, bantuan yang tepat sasaran, serta kesiapsiagaan bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement