MANGGARAI, NTT | UBN Newsroom — Jumat, 8 Rabiul Awal 1448 H / 21 Agustus 2026 M. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran akan meninjau langsung kondisi warga yang masih mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Gibran juga dijadwalkan melaksanakan shalat Jumat di masjid darurat Masjid Besar Nurul Huda Reo, Kecamatan Reok, Manggarai. Masjid darurat tersebut didirikan setelah bangunan utama Masjid Besar Nurul Huda terdampak gempa sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas ibadah.
Gibran Dijadwalkan Shalat Jumat di Masjid Darurat
Ketua Takmir Masjid Besar Nurul Huda Reo, Syukur, mengatakan pihaknya telah mendapat informasi mengenai rencana kehadiran Gibran untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid darurat tersebut.
“Insyaallah dapat kabar, Bapak Gibran shalat Jumat di sini,” kata Syukur kepada UBN Newsroom, Kamis (20/8/2026).
Rencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari kunjungan Gibran untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Reo.

TNI Bantu Persiapan Shalat Jumat
Persiapan menyambut kunjungan tersebut dilakukan takmir masjid bersama personel TNI sejak Kamis siang.
Puluhan personel TNI turut membantu mendirikan dua tenda yang akan digunakan untuk menunjang pelaksanaan shalat Jumat di masjid darurat.
Takmir masjid juga memindahkan mimbar yang sebelumnya berada di ruang utama masjid. Mimbar tersebut dikeluarkan dan ditempatkan di sisi masjid darurat untuk digunakan dalam pelaksanaan shalat Jumat.
Masjid Darurat Diinisiasi AQL Humanity
Masjid darurat tersebut diinisiasi AQL Humanity bekerja sama dengan Takmir Masjid Besar Nurul Huda.
Keberadaan masjid darurat menjadi fasilitas penting bagi warga penyintas gempa yang tidak dapat menggunakan bangunan masjid utama akibat mengalami kerusakan.
Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, masjid darurat juga menjadi salah satu ruang berkumpul masyarakat di tengah kondisi pascagempa.
Sekitar 500 Jamaah Diperkirakan Hadir
Syukur memperkirakan sekitar 500 jamaah akan mengikuti pelaksanaan shalat Jumat di masjid darurat tersebut.
Jumlah tersebut berpotensi bertambah dengan kehadiran relawan serta personel TNI dan Polri yang berada di wilayah Reo.
“Biasa shalat Jumat sebelumnya 500 jemaah. Mungkin ada tambahan jemaah dari relawan, polisi atau TNI,” ujar Syukur.
Kehadiran masjid darurat di tengah situasi pascagempa menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat, meskipun fasilitas ibadah utama mengalami kerusakan.
Perspektif UBN Newsroom
Ibadah Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Gempa dapat merusak bangunan dan mengubah kehidupan masyarakat dalam sekejap, tetapi semangat untuk beribadah dan saling menguatkan tidak seharusnya ikut runtuh. Kehadiran masjid darurat menjadi simbol bahwa masyarakat tetap berusaha menjaga kehidupan keagamaan di tengah kondisi yang serba terbatas
Inisiatif masyarakat, takmir masjid, relawan, dan AQL Humanity dalam menyediakan tempat ibadah sementara menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual masyarakat.
Allah SWT berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
(QS. Al-Baqarah: 45)
Dalam situasi bencana, menjaga shalat sekaligus menghadirkan tempat yang aman untuk beribadah merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keteguhan masyarakat. Solidaritas kemanusiaan dan pelayanan kepada penyintas juga perlu terus berjalan beriringan dengan pemulihan sarana ibadah.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment