JAKARTA | UBN Newsroom — Sabtu, 23 Rabiul Awal 1448 H / 5 September 2026 M.
Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026). Erupsi menghasilkan fenomena lava fountain atau air mancur lava, disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA) Pasauran, Kabupaten Serang.
Erupsi Berlangsung Sejak Jumat Malam
Berdasarkan laporan pengamatan MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM untuk periode pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung saat laporan dibuat. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah hingga sedang menuju barat laut.
“Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” tulis pengamat gunung api Rioboniek Situmorang dalam laporan tersebut.
Erupsi yang berlangsung terus-menerus sejak pukul 23.07 WIB tersebut kemudian diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur.
Dentuman Terdengar hingga Pos Pasauran
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos PGA Pasauran.
“Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai ‘lava fountain’ atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos PGA Pasauran. CCTV pengamatan di lapangan off terkena lontaran,” paparnya.
Pada periode pengamatan tersebut, tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 70 mm dan durasi 21.600 detik.
Kondisi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dengan koordinat sekitar 6,102 derajat lintang selatan dan 105,423 derajat bujur timur. Gunung tersebut memiliki ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut.
Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung. Suhu udara tercatat berkisar 26,5–27,1 derajat Celsius dengan kelembapan 75–78 persen, sementara angin bertiup lemah hingga sedang menuju barat laut.
Status Level III atau Siaga
Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak juga diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, dan lembaga kebencanaan.
Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Kehidupan dan Mengambil Hikmah
Dalam perspektif Islam, menghadapi bencana tidak hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga ikhtiar untuk menjaga keselamatan. Mengikuti informasi resmi, mematuhi batas aman, dan menghindari wilayah berbahaya merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri. Dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 195)
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya menghindari tindakan yang membawa manusia kepada kebinasaan. Dalam kondisi aktivitas vulkanik, mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak memasuki zona berbahaya merupakan bentuk ikhtiar yang sejalan dengan prinsip tersebut.
Di sisi lain, bencana juga mengingatkan manusia akan keterbatasan dirinya di hadapan kekuasaan Allah SWT. Karena itu, ketenangan, kewaspadaan, doa, serta kesiapsiagaan perlu berjalan bersama agar masyarakat mampu menghadapi kondisi darurat dengan bijak.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment