SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Hari ke-10 Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Mulai Menggeliat di Mbay Nagekeo

Hari ke-10 Pascagempa, Aktivitas Ekonomi Mulai Menggeliat di Mbay Nagekeo

MBAY, NTT | UBN Newsroom — Rabu, 13 Rabiul Awal 1448 H / 26 Agustus 2026 M.

Sepuluh hari setelah gempa mengguncang wilayah Flores, aktivitas ekonomi masyarakat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali bergerak.

Pantauan UBN Newsroom pada Selasa (25/8/2026) pagi menunjukkan sejumlah pedagang di Pasar Mbay telah kembali membuka lapak dan melayani pembeli. Aktivitas jual beli mulai terlihat di sejumlah titik pasar.

Pedagang makanan juga kembali berjualan di pinggir jalan. Sejumlah warga terlihat menjajakan makanan untuk sarapan, seperti nasi kuning, bubur kacang hijau, dan berbagai makanan lainnya.

Kembalinya aktivitas perdagangan menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat mulai berusaha memulihkan kehidupan sehari-hari setelah gempa.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Perdagangan Mulai Kembali Berjalan

Selain pasar tradisional, aktivitas ekonomi juga terlihat dari kembali beroperasinya sejumlah supermarket di Mbay.

Berdasarkan informasi yang dihimpun UBN Newsroom, sejumlah pusat perbelanjaan tersebut telah kembali buka beberapa hari setelah gempa.

Aktivitas ekonomi masyarakat secara umum mulai bergerak sekitar tiga hari setelah gempa terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya upaya masyarakat untuk kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memulihkan mata pencaharian.

Meski demikian, pemulihan belum berlangsung sepenuhnya. Sebagian warga masih memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena gempa susulan masih terus terjadi.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Kondisi tersebut membuat kehidupan masyarakat berjalan dalam situasi antara upaya kembali normal dan kewaspadaan terhadap risiko bencana.

Ekonomi Bergerak, Warga Masih Berwaspada

Kembali bukanya pasar dan tempat usaha tidak berarti seluruh persoalan pascagempa telah selesai.

Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari perdagangan harian, kembali berjualan merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan penghidupan. Namun, kebutuhan akan keamanan dan perlindungan tetap menjadi perhatian selama gempa susulan masih terjadi.

Pemulihan ekonomi karena itu perlu berjalan beriringan dengan pemulihan tempat tinggal, fasilitas umum, keamanan, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Perspektif UBN Newsroom

Kesabaran yang Menghidupkan Kembali Kehidupan

Hari ke-10 pascagempa menunjukkan bahwa masyarakat Mbay tidak hanya menunggu keadaan kembali normal. Di tengah rasa khawatir akibat gempa susulan, sebagian warga mulai kembali berdagang, membuka lapak, menyediakan makanan, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kembalinya aktivitas ekonomi menjadi gambaran tentang kesabaran yang diwujudkan melalui ikhtiar. Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa melakukan apa-apa, tetapi kemampuan untuk tetap bertahan, bekerja, dan menjalani kehidupan sambil menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, membuka kembali lapak mungkin terlihat sebagai aktivitas sederhana. Namun, di baliknya terdapat keberanian untuk kembali menjalani kehidupan setelah mengalami ketakutan dan ketidakpastian.

Sabar, Ikhtiar, dan Ketangguhan Masyarakat

Islam mengajarkan bahwa kesabaran dalam menghadapi musibah harus berjalan bersama ikhtiar. Masyarakat yang kembali bekerja dan berdagang menunjukkan bahwa kehidupan harus terus dijalankan meskipun keadaan belum sepenuhnya mudah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ ۝ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.’”

QS. Al-Baqarah [2]: 155–156»

Kesabaran masyarakat Mbay dalam menghadapi bencana tidak berarti mengabaikan rasa takut maupun kehilangan. Justru, kesabaran terlihat ketika mereka mampu menghadapi keadaan tersebut dengan tetap menjaga kehidupan, mencari nafkah, membantu sesama, dan perlahan membangun kembali aktivitas masyarakat.

Dari pasar yang kembali ramai hingga pedagang sarapan yang mulai berjualan di pinggir jalan, terdapat pesan sederhana: bencana dapat mengganggu kehidupan, tetapi tidak harus mematikan semangat manusia untuk bangkit.

Dukungan Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat kehidupan umat, kemanusiaan, kebangsaan, serta berbagai ikhtiar masyarakat dalam menghadapi tantangan.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, ekonomi, kebijakan publik, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement