MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Sabtu, 9 Rabiul Awal 1448 H / 22 Agustus 2026 M.
Jenazah founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, diberangkatkan menggunakan helikopter Basarnas dari lapangan darurat helikopter di Ronting, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).
Pelepasan jenazah disaksikan para relawan dan personel Basarnas. Jenazah kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, sebelum dipulangkan ke Jakarta.
Wafat Saat Menjalankan Misi Kemanusiaan
Ahmad Zaki Ali, 41 tahun, wafat pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 16.40 WITA saat dalam perjalanan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di wilayah Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Relawan asal Jakarta tersebut diketahui telah berada di Flores sejak 16 Agustus 2026 untuk bergabung dalam kegiatan kemanusiaan. Bersama relawan lainnya, ia aktif mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Reok dan Lamba Leda Utara.
Sebelum wafat, Ahmad Zaki bersama tiga rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng di halaman Masjid Nurul Huda, Reo, menuju Satar Padut dengan membawa bantuan untuk warga.
Dalam perjalanan, Ahmad Zaki sempat menghentikan kendaraan yang dikemudikannya dan meminta rekan-rekannya membantu melepas helm serta jaket. Tidak lama kemudian, ia kehilangan kesadaran.
Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan dan membawa Ahmad Zaki ke posko medis terdekat. Namun, setelah mendapatkan penanganan, ia dinyatakan meninggal dunia.
Keterangan awal dari kepolisian menyebut Ahmad Zaki diduga mengalami serangan jantung. Sementara laporan lain menyebut dugaan kelelahan akibat aktivitas kemanusiaan yang intens selama berada di wilayah terdampak bencana. Penyebab pasti kematiannya tetap mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Jenazah Dipulangkan ke Jakarta
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan Ahmad Zaki sempat hendak dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
«“Beliau meninggal kemarin. Sempat sebenarnya mau dibawa ke rumah sakit, tapi karena mungkin sudah waktunya, beliau sudah meninggal,” kata Ahmad Juwaini saat pelepasan jenazah, Sabtu (22/8/2026).»
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Ahmad Zaki dimandikan dan disalatkan sebelum dibawa menuju lapangan darurat helikopter untuk dipulangkan ke Jakarta.
Ahmad Juwaini menjelaskan, setelah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, jenazah akan diterbangkan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di wilayah Jakarta Barat sebelum dimakamkan.
Relawan Diminta Melanjutkan Perjuangan
Sementara itu, Agus H dari Basarnas menyampaikan bahwa wafatnya Ahmad Zaki tidak boleh menyurutkan semangat para relawan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
«“Ini tidak menyurutkan semangat kita untuk membantu meringankan saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah, tapi ini juga memberikan semangat baru,” kata Agus.»
Ia menegaskan, perjuangan Ahmad Zaki dalam membantu para penyintas gempa akan dilanjutkan oleh para relawan yang masih berada di Flores.
«“Kita akan teruskan perjuangan Bang Zaki untuk terus membantu saudara-saudara kita yang ada di sini,” ujarnya.»
Kepergian Ahmad Zaki menjadi duka bagi para relawan yang berada di tengah misi kemanusiaan di Flores. Ia wafat ketika menjalankan tugas membantu masyarakat yang terdampak bencana, sementara para relawan lainnya berkomitmen meneruskan ikhtiar kemanusiaan yang telah dijalankannya.

Perspektif UBN Newsroom
Kebaikan yang Diteruskan
Kepergian Ahmad Zaki di tengah tugas kemanusiaan menjadi pengingat bahwa membantu sesama merupakan amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Namun, penghormatan terhadap perjuangannya tidak cukup hanya dengan mengenang sosoknya, melainkan dengan melanjutkan kebaikan yang telah ia mulai.
Allah SWT berfirman:
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا ۖ وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Artinya:
“Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul-rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”
(QS. Al-Ma’idah: 32)
Dalam kondisi bencana, setiap bantuan yang diberikan kepada penyintas merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama manusia. Kebaikan dapat hadir melalui harta, tenaga, waktu, makanan, perlindungan, maupun sekadar membantu meringankan beban mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat.”
(HR. Muslim, no. 2699)
Maka, wafatnya Ahmad Zaki di tengah misi kemanusiaan bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga tanggung jawab moral bagi mereka yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan kebaikan.
Selama Allah SWT masih memberikan waktu, tenaga, harta, dan kesempatan untuk membantu, maka jangan menunda kebaikan. Sebab, manusia tidak pernah mengetahui kapan kesempatan tersebut akan berakhir.
Penulis: Tim UBN Newsroom
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment