SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Kemenhaj Siapkan Skenario Antisipasi Eskalasi Houthi

Kemenhaj Siapkan Skenario Antisipasi Eskalasi Houthi

JAKARTA | UBN Newsroom — Jumat, 6 Rabiul Akhir 1448 H / 18 September 2026 M.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah skenario antisipasi apabila eskalasi meningkat dan berpotensi memengaruhi keselamatan jemaah umrah Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan koordinasi dilakukan secara intensif bersama KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, serta perusahaan travel atau PPIU. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dan setiap perubahan situasi dapat direspons secara cepat.

Berdasarkan pemantauan Kemenhaj pada Jumat pagi, terdapat 48.991 jemaah umrah Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi. Hingga saat itu, belum terdapat laporan jemaah Indonesia yang terdampak langsung akibat situasi keamanan tersebut.

Kondisi di Jeddah, Makkah, dan Madinah masih dilaporkan relatif kondusif. Aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berlangsung normal, sementara ruang udara Arab Saudi dan mobilitas melalui jalur darat masih berjalan tanpa pembatasan yang berdampak terhadap perjalanan jemaah.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Skenario Darurat Tetap Disiapkan

Meski kondisi saat ini masih terkendali, Kemenhaj tetap mempersiapkan langkah apabila situasi berubah. Maria menegaskan pemerintah tidak ingin membuat spekulasi mengenai kemungkinan eskalasi, tetapi keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas.

Dalam kondisi darurat, Kemenhaj akan mengikuti protokol dan instruksi otoritas keamanan Arab Saudi. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Arab Saudi, khususnya KJRI Jeddah.

Sebelumnya, Kemenhaj juga meminta jemaah yang belum berangkat untuk tidak menuju bandara sebelum memperoleh kepastian jadwal penerbangan dari PPIU. Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi diminta tetap berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI serta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah situasi tersebut, Komnas Haji dan Umrah juga mendorong pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian serta menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan penundaan, perubahan penerbangan, hingga pemulangan darurat.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Keselamatan Jemaah sebagai Amanah

Perspektif UBN Newsroom | Ikhtiar Menjaga Jiwa dalam Ibadah

Dalam Islam, keselamatan jiwa merupakan bagian penting dari amanah. Menunaikan ibadah bukan berarti mengabaikan ikhtiar untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan diri maupun orang lain.

Allah SWT berfirman:

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 195)

Ayat tersebut mengajarkan agar manusia tidak membawa dirinya menuju kebinasaan dan tetap melakukan ikhtiar yang baik. Dalam konteks perjalanan umrah, pemantauan keamanan, koordinasi dengan otoritas, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta penyampaian informasi yang terverifikasi merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah jemaah.

Untuk saat ini, Kemenhaj menyatakan kondisi jemaah Indonesia di Arab Saudi masih relatif kondusif. Namun, kesiapan menghadapi perubahan situasi tetap diperlukan agar setiap keputusan dapat diambil secara cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement