SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Sepekan Pascagempa NTT, AQL Humanity Siapkan 1.000 Porsi Makanan Setiap Hari

Sepekan Pascagempa NTT, AQL Humanity Siapkan 1.000 Porsi Makanan Setiap Hari

MANGGARAI | UBN Newsroom — Ahad, 10 Rabiul Awal 1448 H / 22 Agustus 2026 M.

Sepekan pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), AQL Humanity terus melakukan aksi sosial untuk membantu warga terdampak selama masa tanggap darurat.

AQL Humanity menyiapkan sekitar 500 hingga 1.000 porsi makanan siap santap setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas gempa yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun rumah-rumah warga.

Warga Masih Enggan Kembali ke Rumah

Koordinator AQL Humanity, Ustaz Firman, mengatakan sebagian warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena gempa susulan masih terus terjadi. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan makanan secara mandiri.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

“Meski sudah satu pekan pascagempa, warga belum berani kembali ke rumah masing-masing. Gempa susulan masih terus terjadi,” kata Ustaz Firman, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebutuhan makanan siap santap menjadi sangat mendesak. Warga yang masih berada di lokasi pengungsian tidak dapat leluasa menggunakan dapur di rumah mereka.

“Sehingga warga tidak bisa memasak makanan di dapur mereka. Jadi kebutuhan makanan siap santap ini sangat mendesak,” ujarnya.

Dapur Umum Libatkan Warga

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, AQL Humanity mengoperasikan dapur umum dengan melibatkan warga setempat dalam proses memasak. Makanan dimasak dan dikemas di dapur umum sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Bantuan makanan siap santap tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah titik pengungsian dan rumah-rumah warga di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya AQL Humanity memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Terlebih, ancaman gempa susulan membuat sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah.

Perspektif UBN Newsroom

Ketika Kepedulian Hadir di Tengah Kesulitan

Kebutuhan pangan merupakan salah satu persoalan mendasar yang harus segera dipenuhi dalam situasi bencana. Ketika masyarakat belum dapat kembali menjalankan kehidupan secara normal, kepedulian dan bantuan dari sesama menjadi bagian penting dalam meringankan beban mereka.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Islam mendorong umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”

(QS. Al-Ma’idah: 2)

Upaya menyediakan makanan siap santap bagi penyintas bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga menghadirkan kepedulian di tengah kondisi yang serba terbatas. Ketika seseorang belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri karena musibah, membantu sesuai kemampuan merupakan bagian dari semangat ta’awun yang diajarkan Islam.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya:

“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat.”

(HR. Muslim, no. 2699)

Di tengah masa tanggap darurat, setiap makanan yang sampai kepada penyintas menjadi bentuk nyata kepedulian. Semangat untuk membantu tidak harus menunggu keadaan sempurna, sebab bagi mereka yang sedang menghadapi musibah, bantuan yang diberikan hari ini dapat menjadi penguat untuk bertahan menghadapi hari berikutnya.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement