SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspirasi Pendidikan
Home » Relawan AQL Humanity Andika Ade Putra Diwisuda Daring dari NTT Saat Jalankan Misi Kemanusiaan

Relawan AQL Humanity Andika Ade Putra Diwisuda Daring dari NTT Saat Jalankan Misi Kemanusiaan

NTT | UBN Newsroom — Rabu, 13 Rabiul Awal 1448 H / 26 Agustus 2026 M.

Relawan AQL Humanity, Andika Ade Putra, S.Ag., mengikuti prosesi wisuda secara daring dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Ia tidak dapat hadir langsung dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda V Program Sarjana (S1) Kampus Tadabbur Qur’an, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman, karena sedang menjalankan tugas kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa.

Putra berangkat ke NTT sebagai relawan AQL Humanity pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores. Sejak tiba di NTT, ia langsung menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Putra merupakan lulusan Program Studi Ilmu Hadist dengan IPK 3,61 dan predikat Cum Laude. Prosesi wisuda tahun 1448 H/2026 M tersebut mengangkat tema “The Qur’an as the Operating System for Life: From Qur’anic Knowledge to Meaningful Contribution.”

Wisuda dari Tengah Pengabdian

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Dalam prosesi tersebut, Putra mengikuti rangkaian wisuda secara daring dari NTT. Kondisi pascabencana membuatnya tidak dapat hadir bersama para wisudawan lainnya di kampus.

Meski demikian, jarak dan keadaan tidak mengurangi makna kelulusan maupun kebersamaannya sebagai bagian dari keluarga besar STIQ Ar-Rahman.

Kehadiran Putra secara daring justru menjadi bagian dari kisah pengabdian seorang lulusan yang berada di tengah masyarakat ketika daerah asalnya sedang menghadapi bencana.

Putra mengikuti Sidang Senat Terbuka secara daring dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Prosesi tersebut disaksikan oleh orang tua dan sanak saudaranya dari halaman rumahnya.

Pada saat bersamaan, Putra tetap menjalankan aktivitas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Flores Timur.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Pulang ke NTT untuk Menjadi Relawan

KH Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., mengatakan Putra kembali ke kampung halamannya atas instruksinya untuk membantu masyarakat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT.

Menurut Bachtiar Nasir, Putra berangkat tanpa ragu dan tanpa mengeluh untuk menjalankan misi kemanusiaan.

“Tanpa ragu, tanpa mengeluh, beliau berangkat. Bahkan ketika kembali ke NTT, beliau tidak langsung bertemu dengan orang tuanya. Beliau terus bekerja di lapangan, terpanggil oleh rasa kemanusiaannya untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Bachtiar Nasir.

Bahkan, pertemuan Putra dengan keluarganya harus tertunda karena ia memilih menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Ilmu yang Dijalankan untuk Masyarakat

Bachtiar Nasir menilai pengabdian Putra merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh di bangku perguruan tinggi perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi dan manfaat bagi masyarakat.

Putra pun mengikuti prosesi wisuda dari NTT ketika sedang menjalankan tugas membantu masyarakat terdampak bencana.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa pencapaian akademik dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan.

Ketua Senat STIQ Ar-Rahman, Dr. (H.C.) KH Bachtiar Nasir, Lc., M.M., atau yang akrab disapa UBN, memberikan penghormatan khusus kepada Putra dalam prosesi wisuda. Ia mengapresiasi keputusan Putra yang memilih menjalankan tugas kemanusiaan di tengah momentum kelulusannya.

“Atas instruksi saya agar pulang ke kampung halamannya menjadi relawan ketika bencana magnitudo 7,7 menimpa saudara kita di Flores Timur, tanpa ragu, tanpa sedih, beliau berangkat,” kata UBN di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Menurut UBN, keputusan Putra merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Beliau terus bekerja di lapangan, terpanggil rasa kemanusiaannya. Inilah dedikasi kampus lewat pengabdian masyarakat. Beliau rela untuk diwisuda di kampung halamannya karena tugas dari kampusnya,” ujarnya.

Kisah Putra dinilai selaras dengan tema Wisuda ke-V STIQ Ar-Rahman, yakni “The Quran as the Operating System for Life: From Quran to Meaningful Contribution”. Tema tersebut menekankan bahwa Alquran tidak hanya dipelajari dan dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Apresiasi untuk Wisudawan dan Relawan

Bachtiar Nasir menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Putra selama menjalankan misi kemanusiaan.

Ia juga mendoakan agar ilmu yang diperoleh Putra menjadi ilmu yang bermanfaat dan setiap pengabdiannya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Selamat kepada Saudara Andika Ade Putra, S.Ag. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima setiap pengabdian dan menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.

Wisuda Putra dari tengah tugas kemanusiaan menjadi gambaran bahwa kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik. Di tengah musibah, ilmu menemukan maknanya ketika hadir dalam bentuk pengabdian dan manfaat bagi sesama.

Secara keseluruhan, STIQ Ar-Rahman mengukuhkan 53 wisudawan dari dua program studi, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Ilmu Hadis.

Prosesi wisuda turut dihadiri Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., serta Guru Besar Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Prof. Dr. Syamsuddin Arif, M.A.

Perspektif UBN Newsroom

Ilmu yang Menjadi Pengabdian

Kisah Putra menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar, nilai akademik, maupun predikat kelulusan. Ilmu menjadi lebih bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan manusia.

Ketika seorang wisudawan memilih berada di tengah masyarakat yang terdampak bencana, pendidikan menunjukkan fungsi sosialnya: membentuk manusia yang berilmu sekaligus memiliki kepedulian.

Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Islam mengajarkan bahwa ilmu seharusnya melahirkan amal dan kemanfaatan. Pengabdian Putra di tengah masyarakat terdampak gempa menjadi salah satu bentuk nyata dari nilai tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

QS. Al-Ma’idah [5]: 2

Pengabdian di tengah bencana menjadi bentuk ta’awun yang menghubungkan ilmu, kepedulian, dan tindakan nyata.

Wisuda Putra dari NTT menjadi simbol bahwa pendidikan tidak semestinya menjauhkan seseorang dari masyarakat, tetapi justru membentuk pribadi yang siap hadir dan memberi manfaat ketika dibutuhkan.

Dukungan Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat pendidikan, kemanusiaan, pengabdian umat, kebangsaan, serta berbagai ikhtiar yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, pendidikan, kemanusiaan, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement