YOGYAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 15 Jumadilawal 1448 H / 26 Oktober 2026 M.
Sekitar seribu peserta memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dalam aksi kemanusiaan bertajuk Run for Palestine, Ahad (25/10/2026). Kegiatan lari santai tersebut dilanjutkan dengan panggung orasi bertajuk “Orasi Palestina: Palestine Will Be Free” yang diselenggarakan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari remaja, keluarga muda hingga orang tua, mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian serba putih dan syal keffiyeh khas Palestina. Sejak pagi, mereka menyusuri rute lari di sekitar kawasan benteng bersejarah Keraton Yogyakarta sebelum kembali ke garis finis di Titik Nol Kilometer.

SOLIDARITAS PALESTINA DARI YOGYAKARTA
Setelah kegiatan lari, acara dilanjutkan dengan orasi solidaritas untuk Palestina. Sejumlah peserta membentangkan spanduk dan poster berisi pesan protes terhadap Israel, di antaranya bertuliskan “Dicari Rasa Empati yang Hilang” dan “I Hate You Israel”. Seruan takbir juga menggema di tengah kerumunan massa.
Ulama dan pendakwah nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) hadir sebagai salah satu orator utama. Dengan mengenakan syal bermotif Palestina yang dipadukan dengan selendang batik, ia mengajak umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.
“Jangan pernah berhenti membela dan menyuarakan hak-hak saudara kita di Palestina hingga terbebas dari penjajahan,” tegas UBN di hadapan peserta aksi.

Dalam orasinya, UBN menekankan pentingnya menjaga konsistensi solidaritas terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, dukungan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu menjadi kepedulian yang terus diwujudkan melalui berbagai upaya kemanusiaan.
UBN SOROTI PERGESERAN TATANAN DUNIA
Selain menyampaikan pesan solidaritas untuk Palestina, UBN menyoroti perubahan konstelasi kekuatan dunia. Ia menilai tatanan global sedang bergerak menuju sistem multipolar, ketika kekuatan internasional tidak lagi terpusat pada satu negara.
“…di mana-mana sedang berperang. Dan tidak ada lagi yang namanya unipolar, sekarang sudah multipolar. Tidak ada satu negara yang kuat, setiap negara berpotensi untuk menjadi negara besar. Dan Indonesia bersama orang besar, orang-orang beriman pada hari ini, bisa menjadi negara baru yang kuat. Allahu Akbar!”
Pernyataan tersebut disambut takbir oleh massa yang hadir.

Dalam konteks itu, UBN mengajak masyarakat Indonesia membangun kekuatan bangsa dengan berlandaskan keimanan, persatuan, dan kemampuan menghadapi perubahan geopolitik global.
AJAK PERSATUAN NEGARA-NEGARA MUSLIM
UBN juga mengajak umat Islam mendoakan persatuan negara-negara Muslim, termasuk melalui kerja sama pertahanan dan diplomasi antarnegara.
Ia menyebut Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dalam konteks yang disebutnya sebagai Pakta Makkah. Selain itu, ia menyinggung gagasan yang disebutnya sebagai Pakta Padang dengan melibatkan Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan.
“Kita doakan setelah Pakta Makkah: Turki, Saudi, dan Pakistan bersatu. Tidak mau kalah, ada lagi Pakta Padang, kekuatan pertahanan dunia Islam: Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan bersatu. Dan mudah-mudahan setelah ini, seluruh dunia Islam pemimpinnya bersatu. Allahu Akbar!”
Seruan tersebut menekankan harapan terhadap persatuan negara-negara Muslim di tengah perubahan geopolitik global.

Pernyataan mengenai Pakta Makkah dan gagasan Pakta Padang dalam bagian ini merupakan isi orasi UBN. Penyebutan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh gagasan atau kerja sama yang disampaikan telah menjadi perjanjian resmi antarnegara.
PALESTINA DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN
Panggung orasi tidak hanya membahas persoalan Palestina, tetapi juga menyinggung persoalan nasional, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Para orator menekankan bahwa kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Air merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan yang saling berkaitan.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara dan peserta berupaya menyampaikan solidaritas bagi Palestina sekaligus mengajak masyarakat menjaga kepedulian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dan lingkungan.


Comment